Selasa, 25 Oktober 2011

Diskusi bareng..

Jika yang di tanya memang demikian adanya, yakni apakah memang sama antara zaman azali dan lauful mahfud. secara tidak langsung sama hal nya kita mendudukan dua hal yang memang berbeda, seperti apa perbedaanya babi dan manusia atau air dan api dsb,  karena dalam keduanya secara kodrat memang berbada, dan aslinya memang berbeda.

·         Lauful mahfudz adalah termasuk di antara mahklukNYA  yang mana  segala sesuatu apapun itu sudah tertulis di dalamnya. Dari yang sudah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi, dan jika memang akan terjadi ataupun tidak terjadi , maka seperti  apa itu semuanya tercatat dan di ketahui  di kitab NYA.  

Tetapi sekedar penambahan bahwa, ketetapan yang bertuliskan di sana sifatnya tidak permanen, alias bisa berubah.  Dalam al qur’an:

 Allah meghapus dan memetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisiNYA terdapat lauful mahfudz.( Ar-ra’du, 39)

Semisal  si fulan dalam laufil mahfudz tertulis bahwa umurnya hanya mencapai  50, tetapi allah menghendaki umurnya hingga 100 tahun, karena si fulan ini banyak bersodaqoh, dan beramal baik seumpamanya. Ini hak priogrtif Allah yang hanya allah sendiri yang mengetahinya.
Di tegaskan dalam ayat. :  Niscaya dia mengampuni sebagian dosa dosamu dan menangguhkan kamu ( memanjangkan umurmu) sampai pad batas yng di tentukan , sunggh ketetapan allah itu apabila telah dating tidak dapat di tunda, seandainya kamu mengetahui.( Nuh, 04)
Sederhanaya terkadang  ketetapan yang berlaku di laufil amhfudz tak selamnay mutlak dan pasti adanya. Karena sesungguhnya ketetapan Sang khaliklah yang mutlak dan permanen.

·         Sedangkan  zaman azali adalah kondisi  yang tidak  mempunyai  permulaan, tidak terikat dengan waktu,ruang dsb.  Tidak ada suatu apapun kecuali diriNYA,
Di sini, kita akan sulit mencerna pengertian zaman azali, karena manusia terikat waktu, ruang dan masa, sedangkan azali di luar kemampuan nalar kita.
Ringkesnya  zaman azalie memang sudah ada sebelum ciptaan2 NYA ada.

Dan jika di tanya perbedaan antara laufil mahfudz dan zaman azalie yakni  siapa yang pertama kali ada, maka secara otomatis kita mendefisinikan zama azali terkontrak  waktu dan ruang, dan ini salah. Toh wajar karena lagi2 kita terbenturkan dengan waktu dan ruang, karena memang manusia terikat dengan waktu sehingga cukup runyam dalam mengdeskripsikan zaman azalie.
Adapun  dalil2 yang  secara langsung atau berbincang  mengenai zaman azalie sejauh ini saya belum mengetahuinya banyak nafia.

Dan sebelumya ngapunten sanget, mengenai jawaban saya yang gradul dan terasa plin plan, karena dari setiap orang yang tanyakan mengenai hal ini mesti ulasanya bermacam macam, karena hal ini tidak untuk di perdebatkan  apalagi menganehkanya, karena jelas2 otak kita teramat jauh menjangkaunya. Sebatas  tahu  mah it’s ok.
Sementara seperti ini nafia..

Afif husen
Morocco 18 februari 2010


0 komentar:

Poskan Komentar

 
;